Tumbuhnya Kekuatan 'Blog'
Thursday, March 10, 2005
SEBAGAI satu aktivitas di internet, blogging atau mengelola jurnal online (blog) terus berkembang dari hari ke hari. Aktivitas ini di luar negeri malah sudah bisa berimbas kepada pengawasan lebih ketat terhadap isi berita media tradisional. Bagaimana dengan blogging di Tanah Air?Blog yang merupakan singkatan istilah web log (catatan di situs internet) dipopulerkan pertama kali oleh Jorn Barger pada 1997. Semula halaman blog digunakan semata-mata untuk menulis pengalaman sehari-hari dari blogger atau penulis blog. Namun sekarang pengisi blog bukan hanya individual saja, tapi juga perusahaan besar, politisi sampai para calon presiden di luar negeri.
Belakangan blog malah digunakan untuk merespons pemberitaan yang dinilai para blogger kurang akurat. Ini terlihat pada kasus stasiun televisi CBS di Amerika Serikat (AS) yang diprotes para blogger dalam pemberitaan perang Irak sampai akhirnya stasiun tersebut meminta maaf dan penyiar terkenalnya, Dan Rather, mengundurkan diri.
Popularitas blog di luar negeri juga terlihat dari hasil survei Pew Internet dan American Life Project beberapa waktu lalu. Dari data yang dikumpulkan dari para pengakses internet di AS, terlihat kenaikan cukup besar dari jumlah pembaca blog. Tercatat 27% pengakses internet itu, atau sekitar 32 juta orang, mengaku pernah membaca blog.
Jumlah blog juga meningkat. Masih dari survei yang sama, dikatakan bahwa pada akhir 2004 terdapat 7% orang dewasa di AS, atau sekitar 8 juta orang, yang menulis jurnal online.
Peran blog biasanya terasa pada saat terjadi peristiwa penting. Kejadian 11 September misalnya telah menumbuhkan aktivitas blog sayap kanan di AS yang mendukung pemerintahnya memerangi terorisme. Blog yang bermuatan politik juga sering dibaca menjelang pemilu presiden. Survei Pew Internet misalnya menyebutkan, 9% pengakses internet di AS rajin membaca blog politik selama masa kampanye presiden 2004 lalu.
Lalu bagaimana dengan blogger Indonesia? Meski belum ada survei resmi, jumlah pengisi jurnal online tersebut terlihat cukup banyak. Menurut Enda Nasution, seorang blogger yang aktif menulis blog sejak 2001, aktivitas blogging di Indonesia menunjukkan indikasi maju. Bukan saja jumlahnya tapi juga kualitas dan intensitasnya. Ini terlihat dari pertumbuhan blog yang tidak lagi sekadar blog pribadi saja.
"Mereka yang sudah comfortable dengan media ini, sekarang mulai bereksperimen menggunakan format blog untuk kepentingan lain yang sifatnya lebih informational atau istilah saya dengan tema khusus, sehingga sudah umum sekarang teman-teman blogger Indonesia yang memiliki blog lebih dari satu buah," ungkap Enda melalui e-mail kepada Media pekan lalu.
Pria yang kini bekerja sebagai manajer pemasaran di sebuah perusahaan internet di Bangkok, Thailand ini lantas mencontohkan beberapa blog lokal yang sering diakses pembaca. Antara lain http://www.sembarang.com, yaitu blog tentang lifestyle milik blogger Benny Chandra, kemudian http://direktif.web.id berisi blog Small Office Home Office milik Ikhlasul Amal.
Pembaca yang ingin tahu tentang beasiswa bisa melongok blog kumpulan informasi beasiswa di http://beasiswaindonesia.blogspot.com. Enda sendiri menulis soal pemilu 2004 di http://pemilu2004.goblogmedia.com.
Menurut Enda, dengan makin familiarnya orang Indonesia terhadap format blog, maka perannya sebagai suplemen informasi di media massa menjadi tidak terhindari. Meski demikian blog lokal memang masih kalah dibanding mailing list dalam menyebarkan informasi. "Masalahnya adalah di milis sulit untuk merujuk pada sebuah berita, atau mencarinya lagi. Sistem pengarsipannya juga tidak ter-index oleh search engine. Sedang jika kita mem-posting-kan informasi itu dalam blog maka akan mudah bagi orang lain merujuknya," ungkap Enda.
Aktivitas blogger lokal sendiri sempat dikecam pengamat multimedia Roy Suryo. Dosen Universitas Gadjah Mada ini menilai masih banyak blog lokal yang sifatnya main-main, tidak serius, sehingga sulit menyamai kualitas blog di luar negeri.
Kecaman ini dibantah Enda yang menyebut kualitas blog Indonesia tidak berbeda jauh dari dunia blog (blogsphere) di luar negeri. "Kita sekarang berada pada tahap memperbesar populasi blogger dan mengenalkan format serta teknologi ini pada orang banyak," kata Enda. Ia memprediksi kemajuan blog lokal tinggal menunggu waktu karena keunggulan-keunggulan blog itu sendiri yaitu murah, cepat, mudah, partisipatif dan aksesibilitas. (War/B-2)
Dikutip dari Media Indonesia Online: Tumbuhnya Kekuatan Blog
Perkebunan Karet Rakyat (PPKR) Paket B Kecamatan Sanggau Ledo, Kabupaten Bengkayang bersengketa dengan masyarakat setempat. Seorang warga lokal bernama Burhan yang berasal dari Kampung Taum bertikai dengan Karno dan Subandi, mantan warga transmigran. Sengketa ini terjadi pertengahan Januari 2002.
Puluhan speed boat berlari-lari dan untuk hilir mudik di atas liukan gelombang. Sementara di sisi lain puluhan kelompok rakitan log kayu hanyut tersebar di kiri kanan Sungai. Kayu-kayu gelondongan ini dibawah untuk dirupiahkan di muara sungai. Selain kayu-kayu gelondongan yang dirakit, terdapat ratusan mesin jek (pengeruk pasir) terparkir rapi di sepanjang Arus Sungai (AS).
Biarlah anjing menggongong, kafilah tetap berlalu". Pepatah ini cocok untuk menggambarkan DPRD Kab.Pontianak. Meskipun dalam proses hukum dugaan korupsi Rp2,8 milyar dana Yayasan Bestari, proses pemilihan kepala daerah ({Pilkada) terus dilanjutkan.
Mengapa terjadi konflik antar kelompok etnik di Kalbar? Pertanyaan mendasar tersebut mengusik hampir semua kalangan, dari kalangan akademis, politisi, NGO, budayawan dan kaum agamawan. Masing-masing mereka dengan pertanyaan tersebut melakukan berbagai usaha dalam rangka menjawab pertanyaan tersebut. Hal yang dilakukanpun beragam dari penelitian hingga dialog antar agama.